Rabu, 28 Juni 2017

Muhasabah Diri

Kemanakah akanku bawa diri ini. Pada akhlak kemuliaan ataukah pada akhlak keburukan. Setiap hari selalu ku panjatkan doa dalam sujudku. Akankah aku masih dalam ketaatan kepada Illahi Rabbi ataukah sebaliknya.
Masihkah kau beri aku kesempatan untuk memohon maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan. Memohon maaf atas segala perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Aku hanyalah seorang hamba yang sangat kecil dihadapanNya. Diri ini tak mampu untuk mengungkapkan lebih dari isi hati ini. Begitu banyak nikmat yang telah kau beri, Ya Allah. Kadang aku lupa bagaimana caraku untuk bersyukur.
Padahal, segala nikmat kau selalu berikan untuk hambamu yang penuh dosa ini. Harapan dan doa selalu ku pasrahkan. Berharap engkau Maha isi tahu hati ini, setitik kebencian yang tertanam dihati pasti kau tahu akan itu.
Segala kejadian dan ujian ini, aku anggap sebagai rasa syukur akan diri ini. Dan aku yakinkan itu adalah cara terbaik kau tegur aku. Mungkin agar ku kembali padaMu, kembali untuk lebih menomor satukan engkau dibandingkan hal lainnya.
Agar diri ini merenungi,
bahwa engkaulah sebaik-baiknya Maha Pencipta yang patut disembah dan diikuti perintahnya.
Agar diri ini berfikir,
bahwa engkau sangatlah mencemburui aku karena lebih mementingkan hal lain.
Sesungguhnya,
Jiwa dan hati ini sangatlah terasa lemah,
Bila tak engkau berikan cahaya hidayah dan hikmah.
Jiwa dan hati ini sangatlah terasa hampa,
Bila tak engkau tunjukkan jalan taqwa.
Jiwa dan hati ini sangatlah terasa hancur dan kufur,
Bila tak engkau berikan rasa sabar dan syukur.
Ku bersyukur atas segala nikmatmu.
Ku bersyukur atas segala ujianmu.
Dan ku bersyukur atas segala hidayah yang kau pancarkan untukku.
Agar aku kembali mengingatmu,
Agar aku kembali pada jalanmu,
Agar aku kembali pada tujuanku,
Karena kehidupan yang abadi kelak diakhirat nanti.
# SUMBER : http://marufmedia.com/cerpen-islami-muhasabah-diri/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar