Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juni 2017

... SEBUAH KISAH KEAJAIBAN IKHLAS DAN SYUKUR ...
Hasil gambar untuk cerita bersabar dan bersyukur 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Zul seorang penjual asongan.. Seringkali pagi-pagi berangkat mencari sesuap nasi dari terminal bekasi. Naik KRL jurusan kota untuk membeli barang dagangan yang akan ia jual di pinggiran sekolah atau mall..
Berapa penghasilan Zul?? Tak menentu yang pasti berapa sih hasil ngasong?? Bisa diperkirakan sendiri..
Suatu hari setelah belanja dari Pasar Pagi Lama Mangga Dua, Zul hendak menjajakan dagangannya. Walaupun capek ia rasakan namun Zul memaksakan diri untuk mencoba mengais rezeki hari itu.. Ia sambar sepeda ontelnya yang selama ini menemaninya jualan asongan untuk pergi menuju salah satu sekolah dasar.
"Huh, cuapek bener". Kata Zul sambil mengayuh sepeda.
Memang saat itu baru saja hujan jadi jalannya becek. Sepeda ontel bututnya susah untuk dikayuh karena tanah basah banyak menempel ke roda.. Sampai akhirnya di sebelah parit tiba-tiba sepeda Zul oleng
"Byuurr"... Zul terpeleset ke pari tersebut. Sialnya dagangannya jatuh juga ditambah paritnya kotor dan berlumpur... Buru-buru ia coba selamatkan barang daganganya, namun apa lacur, hampir semuannya rusak dan terkena lumpur
"Mengapa............................"..... Zul berteriak sesampainya dirumah. "Mengapa hidupku selalu begini?????" Zul menumpahkan kekesalannya dengan mengacak acak kontrakannya. Antara marah, sedih dan menyalahkan nasib.........Sudah dagangannya rusak, hutang belum dibayar pula...
...........................................................
Suatu saat Zul bertemu dengan seseorang yang nampaknya orang kaya. Dandanannya rapih dan mobilnyapun mengkilap.. Biarpun kaya Zul melihat bahwa ia orang yang baik...
"Dik, apapun keadaanya hidup harus disyukuri" Kata Bapak itu memulai pembicaraan ..
"Tapi susah Pak, bagaimana mau bersyukur sementara kondisi saya seperti ini" Jawab Zul
"Itulah hendak di coba kualitas syukurmu, apa yang terjadi semua sudah jauh-jauh hari tercatat dalam Ilmu Tuhan. Syukur atau tidak syukur, sabar atau tidak sabar tetap saja terjadi. Pilih mana??
"Iya Pak, tapi kok susah sepertinya buat saya"
"Susah karena kamu fokus pada penderitaanmu, memangnya hidupmu hanya ada penderitaanmu??"
"Ya tidak Pak, saya masih sehat, masih bisa makan dengan enak walaupun lauk seadanya, masih punya tempat tinggal"
"Nah itu dia, carilah apa-apa yang bisa kamu sukuri, kemudian berbahagialah"
"Bener sih Pak,tapi Pak kalau Bapak khan kaya, mudah untuk bersyukur"
"Saya kaya khan sekarang"
"Memang dulu Bapak pernah menderita??"
"Jauh menderita Dik, saya dulu kerjanya satpam.. Hutang banyak sampai tukang tagihnya meneror saya dan keluarga. Anak saya ada 3, dan istri saya di teror. Mereka ketakutan. Akhirnya rumah dan isinya disita, kemudian selama beberapa tahun kami hanya jadi orang jalanan.
Bayangkan istri dan 3 anak saya jadi orang jalanan.. bagaimana perasaan saya waktu itu. Tetapi kemudian saya sadar bahwa kita adalah wayang, semua sudah diskenariokan.. Tugas kita hanyalah menerima dengan ikhlas takdir yang sudah digariskan_Nya.. Saya bersyukur karena anak dan istri masih hidup. Saya mencoba untuk terus bersyukur apapun yang terjadi"
"Maaf Pak bukannya bermaksud membuat Bapak sedih"
"OOO Gak papa, justru keadaan itulah yang membuat jiwa saya tertempa. Jiwa syukur dan ikhlas saya terlatih... Makanya jangan menyalahkan nasib, tetapi rubahlah keluhan dengan syukur yang dalam, ucapkanlah "Terimakasih Tuhan, atas berkah hidup yang Engkau berikan kepada kami.. Dengan Nama-Mu aku mengucap syukur Alhamdulillah"
"Menarik sekali Pak, terus??"
"Apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Semakin saya menerima suratan nasib dengan bersukur, semakin keajaiban sering terjadi sampai sekarang"
..............................................................................
Selepas pertemuan dengan Bapak2 tadi, Zul mulai melatih otot syukurnya ..
"Terimakasih ya Allah, hari ini saya rugi, tapi khan masih bisa makan"
"Terimakasih ya Allah hari ini untung dikit, walaupun dikit namun sangat bermakna"
"Terimakasih ya Allah, hari ini saya diusir kepala sekolah ketika mencoba menggelar dagangan, ini melatih kesabaran"
Semakin Zul berlatih menciptakan "peristiwa syukur dan ikhlas" dalam sanubari, semakin bahagia dan tenang Zul menjalani hidup. Semua hidup matinya, shalat dan ibadahnya ia serahkan kepada Sang Pencipta..
Justru disitulah optimisme dan keyakinan luar biasa besar mulai bercokol dalam hati Zul. Sebuah keyakinan akan kesuksesan yang diluar nalar logika Zul, namun begitu jelas terdengar di hati sanubari.....
Sampai pada suatu saat ketika Zul sedang memarkir sedannya, ada seorang satpam parkir yang mengeluh kepada Zul tentang nasibnya.. Zul memberi nasehat...
"Apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Semakin saya menerima suratan nasib dengan bersyukur, semakin keajaiban sering terjadi sampai sekarang" Kata Zul kepada satpam parkir itu ...
Wallahu A'lam bishawab..
Semoga Bermanfaat dan bisa diambil ibrohnya .. aamiin ^^

# SUMBER : http://najwa89.blogspot.co.id/2013/01/sebuah-kisah-keajaiban-ikhlas-dan-syukur.html

Mecegah & Mengobati Stress, Rasa Benci, Galau. Bersabar, Ikhlas & Tawakkal ( tegar) ketika mendapat ujian

Assalamualaikum Wr. Wb.

Untuk menjadi orang yg penyabar, menghilangkan rasa benci, ikhlas & tawakkal ( tegar) ketika mendapat ujian, tidaklah mudah. Perlu usaha untuk mendapatkan kesabaran, ketegaran & keikhlasan itu. Caranya, dengan banyak-banyak melakukan amalan-amalan sunnah seperti, berzikir ( menyebut kalimat-kalimat Allah berulang-ulang), baca Quran & sholat malam. Karena amalan2 ini jika kita lakukan secara rutin, maka akan membentuk iman dan sangat mempengaruhi pembentukan kekuatan hati  terhadap ujian. Semakin banyak amalan sunnah yg dilakukan, maka hati akan  semakin sabar & tegar. Sebaliknya semakin sedikit amalan sunnahnya, maka tentunya sedikit pula kesabaran & ketegaran yg didapat. Bagaimana jika tidak pernah melakukan amalan-amalan sunnah Rosulullah saw ?... Tentunya habislah kesabaran ketika mendapatkan ujian. Habisnya kesabaran adalah naiknya emosi yang menyebabkan timbulnya sifat-sifat syetan (berbagai penyakit hati) seperti, stress, putus asa, benci dan dendam, buruk sangka, patah semangat yang menyebabkan terganggunya aktifitas. Bagi orang bisnis atau orang berkarir, perasaan ini tentu dapat merugikan aktifitas pribadinya. Bagaimana dengan orang-orang non muslim yang tidak pernah melakukan sholat dan amalan-amalan sunnah Rosulullah saw, tapi mereka juga ada yang penyabar ?........Jawabnya, Merekapun mempunyai cara yang berbeda dengan ummat Islam untuk mendapatkan kesabaran dan ketenangan berdasarkan kepercayaan dan keyakinan mereka sendiri. Setiap mahluk Allah yang ingin berusaha untuk mencari sesuatu kebaikan, sekalipun mereka kafir, maka Allah pasti akan berikan jalan keluar baginya. Namun segala kesabaran yang mereka peroleh itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesabaran yang kita peroleh melalui amalan-amalan sunnah Rosulullah saw. Beliaulah contoh manusia yang paling sabar di dunia sepanjang zaman. Dan kita sebagai ummat nabi Muhammad saw tentunya haram hukumnya mengikuti cara- cara ritual mereka.

                                           أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".Q-S Ar-Ra'd ayat 28. 

Kekuatan ketegaran hati itu hanya bertahan selama kita melakukan amalan-amalan sunnahnya. Jika kita meninggalkannya , maka kekuatan dan ketegaran hati itu akan memudar perlahan- lahan. Menyebabkan mudah stress, emosi dan terserang penyakit hati (syetan di dalam hati) lainnya.

Cara termudah untuk dapat jadi orang yang penyabar adalah, tingkatkanlah amalan-amalan sunnah Rosulullah secara bertahap sedikit demi sedikit tetapi rutin. Contoh: Jika anda biasanya selesai sholat fardhu tidak pernah berzikir, cobalah mulai berzikir secara rutin. Kemudian jika sudah terbiasa lalu amalannya ditingkatkan dengan cara menambahkan lagi waktu berzikirnya. Umpama, yang sebelumnya biasanya lima menit kemudian ditambakan lagi menjadi sepuluh menit, atau tambahkanlah amalan sunnah lainnya  seperti sholat malam, baca Quran dan lain-lain. Bagi yang sholatnya sering tinggal, biasakanlah agar jangan sampai meninggalkannya lagi. Anggaplah sholat itu suatu kebutuhan hidup. Mengerjakan amalan-amalan sunnah secara rutin, walau amalannya sedikit, itu lebih baik dan terasa pengaruh perubahannya di hati daripada amalannya banyak tetapi tidak rutin.

Wassalam. Hati yang penyabar adalah hati yang mudah memaafkan.  Semoga catatan ini bermanfaat.